Promo Honda Tangerang April 2021
February 18, 2021
Budget Terbatas? Yuk Intip Harga Mobil Gak Sampai 200Jt
March 17, 2021

Tilang Elektronik Berlaku 17 Maret 2021! Tetap Patuh dan Waspada

Usulan pengganti Kapolri oleh Presiden Jokowi kepada DPR pada akhir Januari silam telah menetapkan Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri baru. Dan salah satu program unggulan Kapolri baru ini adalah menerapkan tilang elektronik pengganti tilang manual. Untuk mensukseskan progam ini kepolisan terus menggencarkan aktivasinya ke masing-masing wilayah Polda yang tersebar di Indonesia.

Kepolisian akan terus menggencarkan penerapan tilang berbasis elektronik atau disebut electronic traffic law enforcement (ETLE) dan targetnya untuk periode I, Pak Kapolri menginginkan paling sedikit 10 Polda sudah siap menjalankan regulasi baru ini.

10 Polda yang sudah siap menerapkan ETLE ini adalah Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda DIY, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Sumatera Barat, Polda Lampung, dan Polda Sulawesi Selatan.

Dengan diberlakukannya aturan tilang elektronik, maka nantinya petugas kepolisian yang ada di jalan raya tidak lagi melakukan tindakan penilangan seperti sebelumnya. Mereka juga tidak bisa melakukan tilang di tempat karena sudah terekam melalui CCTV yang sudah disebar di titik-titik tertentu di jalan raya. Secara teknis, tilang elektronik ini memanfaatkan CCTV yang nantinya terhubung ke ruangan regional traffic management centre  di masing-masing Polda.

Berbagai pelanggaran yang dapat dideteksi oleh ETLE yaitu pelanggaran APIL atau traffic light seperti menerobos lampu merah, pelanggaran marka jalan seperti melewati garis stop, pelanggaran ganjil-genap. Tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan ponsel saat berkendara, pelanggaran batas kecepatan dan pelanggaran melawan arus.

Jadi sobat Digicar yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya harap berhati-hati, sebab Polda Metro Jaya akan memberlakukan tilang elektronik per tanggal 17 Maret 2021 ini. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, kalau tidak ingin surat tilang elektronik di kirim ke rumah. Sebab tilang elektronik ini menggunakan kamera atau alat yang dapat mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas dan menyajikan data kendaraan bermotor secara otomatis atau automatic number plate recognition.

Bila sobat Digicar terbukti melakukan pelanggaran, maka bukti pelanggaran ini akan dikirim beserta foto saat pelanggaran terjadi. Setelah di terima, maka dalam kurun waktu 7 hari, pelanggar harus memverifikasi pelanggarannya dengan cara memberikan konfirmasi balik, baik melalui website, email atau datang langsung ke Posko ETLE di RTMC Ditlantas Polda.

Setelah melakukan konfirmasi, maka pelanggar akan diberikan BRIVA atau BRI virtual terkait pelangaran yang terjadi serta besarnya denda yang harus dibayarkan. Jika pelanggar tidak menyelesaikan dalam waktu 7 hari, maka akan dilakukan pemblokiran kendaraan pada saat pembayaran pajak setiap tahunnya.

Nah sobat Digicar, tentu ada baiknya jangan sampai terjadi pemblokiran atas kendaraannya, sebab kalau pemblokiran dikenakan ada konsekuensinya lho, salah satunya adalah tidak bisa membayar pajak tahunan dan tidak bisa menjual kendaraannya. Blokir kendaraan akan dibuka apabila sudah menyelesai-kan seluruh denda-denda yang dibebankan. Untuk itu, jauh lebih baik, kita patuhi seluruh rambu lalu lintas dan jangan melakukan pelanggaran selama berkendara. Yuk, kita kita patuhi peraturan ini. #busan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *